
MENGANALISIS SURAT IZIN
Karya ilmiah disajikan untuk memenuhi tugas mapel
bahasa Indonesia
Oleh :
Ayu Pratitis
Hanna Vieka Attaqie
Musthafa Azzam Tsabit
Utta Fianna Putri
XI IPA 2
SMA NEGERI 1 SUKOREJO
2015
DAFTAR ISI
|
Cover……………………...……………………………………………………i
|
|
|
Kata Pengantar…………………………………………………………………ii
|
|
|
Daftar Isi………………….……………………………………………………iii
|
|
|
Bab I Pendahuluan……......……………………………………………………1
|
|
|
1.1
|
Latar Belakang….......……………………………………………………1
|
|
1.2
|
Rumusan Masalah…..……………………………………………………2
|
|
1.3
|
Tujuan……………………………………………………………………2
|
|
Bab II Pembahasan……….……………………………………………………3
|
|
|
Bab III Penutup……….......……………………………………………………14
|
|
|
3.1
|
Kesimpulan………………………………………………………………14
|
|
3.2
|
Saran………………..……………………………………………………14
|
|
Lampiran ………………………………………………………………………16
|
|
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa
atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayahnya sehingga kami dapat
menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk yang sederhana. Semoga
makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun
pedoman bagi pembaca dalam pembuatan surat izin.
Harapan kami semoga makalah ini membantu
menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat
memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan
karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan
kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun
untuk kesempurnaan makalah ini.
Sukorejo, April 2015
Penyusun
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Surat
izin merupakan suatu tulisan yang diberikan oleh individu ( pribadi ) kepada
instansi yang berisikan permohonan izin akan sesuatu hal yang sedang dialami
oleh seseorang. Surat izin banyak dijumpai di sekolah. Seorang pelajar atau
siswa biasanya akan memberikan surat izin ketika dia tidak bisa berangkat
sekolah dikarenakan alasan tertentu yang tidak memungkinkan siswa itu untuk
mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. Pada umumnya, surat izin yang
diberikan siswa kepada pihak sekolah dibuat oleh orang tua siswa ataupun wali
siswa. Dengan begitu, pihak sekolah tahu bahwa ketidakhadiran siswa disekolah
disebabkan oleh alasan tertentu dengan sepengetahuan orang tua dari siswa yang
bersangkutan. Namun, ada beberapa siswa yang menulis sendiri surat izin dan
meminta tanda tangan orang tua sebagai penanggung jawab atas ketidakhadiran
siswa tersebut di sekolah. Walaupun begitu, banyak diantara kita yang dalam
pembuatan surat izin masih dibuat oleh orang tua siswa maupun wali siswa.
Dengan dibuatnya surat izin oleh orang tua maupun wali siswa, maka akan
mengubah persepsi atau pandangan negatif pihak sekolah tentang kemungkinan
siswa membolos. Berbeda dengan surat izin yang ditulis sendiri oleh siswa,
pihak sekolah berkemungkinan memiliki pandangan negatif terhadap siswa tersebut
karena, mungkin saja siswa tersebut sengaja membuat surat izin dengan tulisan
tangannya dan memalsukan tanda tangan orang tua. Oleh sebab itu, lebih baik
jika surat izin dibuat oleh orang tua siswa ataupun wali siswa.
Banyak
diantara orang tua maupun wali siswa yang dalam pembuatan surat izin masih
keliru, entah keliru dengan format maupun penulisan kalimat pada surat izin.
Karena surat izin ini merupakan surat yang ditujukan kepada instansi, maka
penulisan surat izin ini harus sesuai dengan format yang telah ditentukan, tata
penulisan yang sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), serta penulisan
kalimat yang efektif dan benar serta dapat dilogika.
Dalam
karya ilmiah yang akan kami buat ini, akan dibahas bagaimana format serta
penulisan surat izin yang baik dan benar serta kalimat yang sesuai dengan Ejaan
Yang Disempurnakan (EYD).
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana cara membuat surat izin dengan benar?
1.3 Tujuan
Menjelaskan cara membuat surat izin yang benar.
BAB
II
PEMBAHASAN
Pada bab ini akan dipaparkan hasil analisis kesalahan pada
penulisan surat izin . Beberapa hal yang paling mencolok antara lain :
Berikut hasil analisis contoh surat yang di teliti.
Bagian I : Tempat dan
Tanggal Pembuatan
Surat 1 : Terdapat
kesalahan pada penulisan kata “Feb” yang
seharusnya kata bulan tidak boleh disingkat. Seharusnya penulisan kata yang
disingkat tersebut adalah “Februari”.
Surat 2 : Pada surat dua
letak tempat dan tanggal pembuatan tidak sesuai dengan pola penulisan surat
izin, yang seharusnya terletak di pojok kanan atas, tetapi penulis
menuliskannnya dibagian bawah kanan akhir surat. Begitu pula dengan penulisan
“Bojongrejo, 3 peb 2015.” yang benar adalah “ Bojongrejo, 3 Februari 2015”
tanpa menggunakan titik diakhir kata.
Surat 3 : Penulisan
tempat dan tanggal pembuatan dalam surat tiga terdapat kesalahan menggunakan
tanda titik pada akhir penulisan. Tanda titik tidak diperlukan dalam penulisan
tempat dan tanggal pembuatan.
Surat 4 : Pada surat
empat letak tempat dan tanggal pembuatan tidak sesuai dengan pola penulisan
surat izin, yang seharusnya terletak di pojok kanan atas, tetapi penulis
menuliskannnya dibagian bawah kanan akhir surat. Begitu pula dengan penulisan
“Bojongrejo, 16-02-2015.” yang benar adalah “ Bojongrejo, 16 Februari 2015”
tanpa menggunakan titik diakhir kata.
Surat 5 : Penulisan
tempat dan tanggal pembuatan surat tidak terdapat kesalahan yaitu berada di
pojok kanan atas dengan mencantumkan tempat pembuatan surat dan tanggal
pembuatan tanpa menggunakan singkatan ataupun tanda titik diakhir kata.
Surat 6 : Terdapat
kesalahan dalam penulisan “Sukorejo 25-jan-2015.” penulisan yang benar
seharusnya adalah “ Sukorejo, 25 Januari 2015 ” .
Surat 7 : Terdapat
kesalahan dalam penulisan nama bulan yang tidak menggunakan huruf kapital.
Surat 8 : Terdapat
kesalahan dalam penulisan nama bulan yang seharusnya “Februari” namun penulis
menuliskannya “Pebruari”.
Surat 9 : letak penulisan dan tanggal pembuatan pada surat 9 tidak sesuai
dengan pola penulisan surat izin, pola penulisan seharusnya di tulis di pojok
kanan atas, namun dalam surat ini penulisan tempat dan tanggal pembuatan di
tulis di atas tanda tangan dan penanggung jawab surat. Penulisan nama bulan
Januari seharusnya tidak disingkat namun dalam surat ini penulisan nama bulan
ditulis “Jan”.
Surat 10 : kesalahan
yang terdapat pada ssurat ke 10 tidak ada keterangan dimana dan kapan tanggal
pembuatan surat tersebut
Bagian II : Alamat yang dituju
Surat 1 : penulisan
kata “kepada” tidak perlu ditambahkan dalam hal ini, apalagi sudah tercantum
kata “yth”, karena penulisan kata “kepada” biasanya digunakan di
bagian luar amplop. Penulisan kata “Bapak” harus ditulis lengkap dengan huruf
pertama kapital, namun dalam surat ini penulisannya disingkat menjadi “Bp”,
dalam Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) aturan penulisan Bapak harus lengkap tidak
boleh disingkat. Menurut aturan yang berlaku sekarang kelas 2 SMA sudah berubah
menjadi kelas XI, dalam hal ini penulisan kelas 2 masih salah dan penulisan
nama sekolah masih kurang lengkap “SMAN Sukorejo” harusnya “SMAN 1 Sukorejo”.
Surat 2 : Kata
“Kepada” seharusnya dihilangkan. Kesalahan selanjutnya yaitu tidak adanya
tempat/alamat sekolah yang dituju yang seharusnya dituliskan “XI IPS 2 SMAN 1
Sukorejo”. Di surat ini juga terdapat penulisan kata “ditempat” yang digabung,
seharusnya dipisah “di tempat”.
Surat 3 : Dalam
surat ketiga mengguakan kata “kepada” . Kata tersebut seharusnya tidak perlu
digunakan dalam penulisan alamat surat. Terdapat juga penulisan “Bp”
menggunakan kata singkatan, yang benar penulisannya tidak disingkat yaitu
“Bapak”. Penulisan nama sekolah ditulis “ SMA 1 Sukorejo”, dalam penuisan nama
sekolah yang benar yaitu “SMA N 1 SUKOREJO” .
Surat 4 : Surat keempat juga menggunakan kata “kepada” karena sudah
menggunakan kata “Yth”. Terdapat juga penulisan “Bapak/Ibu” seharusnya
dituliskan salah satu “Bapak” atau “Ibu”. Serta tidak ada nama sekolah yang
dituju.
Surat 5 : terdapat
penulisan kata “ditempat” yang digabung, seharusnya dipisah “di tempat”. Dan
kurangnya alamat yang seharusnya ditulis lengkap “XI IPS 2 SMAN 1 Sukorejo”.
Surat 6 : Dalam bagian alamat yang dituju terdapat kesalahan penulisan “ Yth
: Bp / Ibu Wali kls XI IPS 2 . SMA I Sukorejo “ yang harusnya ditulis “ Yth.
Bapak Wali Kelas XI IPS 2 SMAN 1 Sukorejo “. Kesalahan lain adalah kurangnya
kata “ di tempat “.
Surat 7 : Terdapat
kesalahan dalam penulisan “Yth.” dengan menggunakan titik, yang benar adalah
“Yth” tanpa titik. Begitu pula dengan penulisan “Kepada” yang tidak efektif
karena sudah ada kata “Yth”. Kesalahan lain terdapat pada penulisan “Bapak/Ibu”
yang tidak efektif pula, karena seharusnya orang tua sudah mengetahui siapa
wali kelas dari kelas tersebut, apakah laki-laki ataupun perempuan. Serta
kurangnya alamat yang tidak menunjukkan keberadaan kelas XI IPS 2.
Surat 8 : terdapat
ketidak efektifan kata “Kepada” dan “Yth” yang seharusnya ditulis salah satu
saja. Serta penulisan alamat “XI IPA-1” yang seharusnya “XI IPA 1” tanpa strip.
Surat 9 : kesalahan
dalam surat ini adalah kata “kepada” yang seharusnya tidak perlu ditambahkan
lagi dalam penulisan alamat yang dituju. Penulisan “Bapak Ibu guru” masih kurang tepat,
seharusnya orang tua / wali sudah mengetahui Wali Kelas anaknya masing-masing
karena mereka sebelumnya pernah mengetahui saat mengambil rapot, kecuali kalu
belum pernah sma sekali masih bisa di toleransi, sehingga jika dalam penulisan
surat ijin masih tertera “Bapak Ibu guru” itu jelas salah, kalau Bapak ya Bapak
saja dan kalau Ibu ya Ibu saja. Alamat yang ditujupun masih kurang jelas
ditujukan kepada siapa, “Bapak Ibu guru” dalam hal ini arti Bapak Ibu guru itu
luas, di Sekolah tentunya terdapat banyak guru. Kata “di tempat” seharusnya
masih bisa ditambah lagi seperti “ SMAN 1 Sukorejo di tempat”.
Surat 10 : kesalahan
yang terdapat pada surat ke 10 sama persis dengan kesalahan pada surat ke 9.
Seharusnya lain kali para orang tua jika menulis surat izin harus lebih teliti
lagi dan menggunakan pola penulisan yang benar.
Bagian III : Salam pembuka
Surat 1 : penulisan
kalimat pembuka “Dengan Hormat,” sudah benar.
Surat 2 : penulisan
kalimat pembuka “Dengan Hormat,” sudah benar.
Surat 3 : Salam pembuka dalam surat ketiga menggunakan “Ass wr.wb.”,
penulisan salam tersebut diperbolehkan tetapi penulisannya kurang benar.
Seharusnya ditulis “Assalamualaikum wr.wb.”.
Surat 4 : Penulisan surat keempat, salam pembuka dituliskan “ Hormat saya”.
Untuk salam pembuka seharusnya tidak ditulis seperti tersebut tetapi “Dengan
hormat,” dan disertai tanda koma.
Surat 5 : penulisan
kalimat pembuka “Assalamu’alaikum wr.wb.”
sudah benar.
Surat 6 : Di
bagian salam pembuka terdapat kesalahan kalimat “ Dengan Hormat. “ yang
seharusnya “Dengan hormat, “ menggunakan koma.
Surat 7 : Terdapat
ketidak efektifan penulisan karena kata “Assalamualaikum wr.wb” serta “Dengan
hormat”, seharusnya ditulis salah satu saja.
Surat 8 : penulisan
kalimat pembuka “Dengan Hormat,” sudah benar.
Surat 9 : tidak
ada kesalahan dalam penulisan kalimat salam pembuka.
Surat 10 : kesalahan
dalam surat ke 10 penulisan salam pembuka tidak ada.
Bagian IV : Pembuka
Surat 1 : pola
penulisan dan kalimat yang digunakan sudah benar hanya saja “ saya selaku orang
tua murid dari siswa”, setelah kata siswa masih bisa ditambahkan tanda “:”
Surat 2 : Terdapat
kesalahan penulisan kata “Dengan” diawal kalimat yang seharusnya tidak
diperbolehkan. Kesalahan selanjutnya adalah penulisan kata “Orang tua” dengan
awalan capital, seharusnya “orang tua” demgam huruf kecil.
Surat 3 : Awalan pembuka dalam surat ketiga menggunakan kata “dengan” diawal
kalimat dan “bahwasannya” menurut penulisan surat yang benar, kata tersebut
tidak perlu digunakan karena tidak efktif.
Surat 4 : Pada surat keempat juga terdapat kata “dengan” yang seharusnya
tidak perlu digunakan pada awal kalimat. Terdapat juga kata “kami” yang
seharusnya menyesuaikan dengan siapa yang membuat surat. Jika awalan
menggunakan kata “kami” , maka kata penutup juga menggunakan kata “kami”.
Surat 5 : Terdapat
kesalahan kata “yang bertanda tangan dibawah ini” harus diganti kata-kata yang
benar.
Surat 6 :
Pada bagian pembuka terdapat kesalahan kata “ yang bertanda tangan
di bawah ini ...” yang harus diganti dengan kata - kata yang benar. Kesalahan
selanjutnya yaitu penulisan nama orang tua “ Nama : Sri Sunarti “ yang tidak
efektif.
Surat 7 :
Terdapat kesalahan kata “yang bertanda tangan dibawah ini” harus
diganti kata-kata yang benar.
Surat 8 :
Terdapat ketidak efektifan kata “dengan ini” karena pada salam
pembuka telah di tuliskan “Dengan hormat,”.
Surat 9 :kesalahannya adalah kata “dengan” yang diletakkan diawal kalimat
pembuka, serta tanda “:” tidak perlu digunakan setelah kalimat pembuka yang
langsung disertai nama siswa.
Surat 10 : dalam kalimat pembuka kata “ dengan datangnya surat ini”
bisa diganti dengan “bersama surat ini”. Kalau kalimatnya seperti itu
seolah-olah surat tersebut dapat berjalan sendiri jadi kata “dengan datangnya”
tidak boleh dipakai dalam penulisan kalimat pembuka.
Bagian V : Isi
Surat 1 : penulisan nama siswa sudah benar hanya saja penulisan huruf “N”
kapital dalam surat tersebut ditulis terbalik. FEBRIANO ERIC. E (salah)
seharusnya tanda titik diletakkan setelah huruf E. Aturan yang dipakai dalam
penulisan kelas 2 SMA sudah berubah menjadi kelas XI SMA, kesalahan dalam surat
1 ini terdapat pada penulisan angka 2 yang seharusnya XI. “memberitahukan”
semua kalimat jika penulisannya awal atau setelah tanda titik seharusnya huruf
pertama ditulis dengan huruf kapital, kesalahan surat 9 ini huruf “m” seharusnya
ditulis dengan huruf kapital. Kata “tsb” juga seharusnya tidak boleh disingkat
harus ditulis lengkap. Ada hal yang perlu ditambahkan lagi dalam menulis isi
surat ijin, akan lebih baiik kalau keterangan kapan (hari, tanggal) anak tersebut tidak masuk juga disertakan.
Surat 2 : Terdapat
kesalahan penulisan tanggal yaitu “selasa, 3 pebruari 2015” yang seharusnya “Selasa, 3 Februari
2015”. Kesalahan lainnya adalah penggunaan kata atau dengan”/” dan kesalahan
tanda koma yang seharusnya titik. Penulisan kata “ijin” juga salah,karena yang
benar menurut EYD adalah “izin”.
Surat 3 : Pada surat ketiga,penulisan isi digabung dengan kalimat pembuka.
Seharusnya bagian isi ditulis didalam garis baru.
Surat 4 : Pada surat keempat dibagian isi juga tergabung dalam kalimat
pembuka yang seharusnya ditulis digaris baru. Penulisan nama “Desy Ana. W”,
dalam menyingkat nama tanda titik ditulis setelah huruf yang akan disingkat
seperti “Desy Ana W.”.
Surat 5 : Penulisan isi sudah benar.
Surat 6 : Di bagian isi terdapat kesalahan penulisan “kls” yang harusnya “kelas”,
kalimat “memohonkan ijin “ yang salah dan kurang efektif yang harusnya “ mohon
izin “, penulisan “sabtu 25-Jan 2014 “ yang harusnya “ Sabtu,25 Januari 2015”,
kata “tsb” yang harusnya “ tersebut”, dan kata “ dikarenakan “ yang cukup
ditulis “karena”.
Surat 7 : Terdapat kesalahan dalam penulisan identitas siswa yang menggunakan
tanda titik dua ( : ) di tengah-tengah kalimat. Yang seharusnya apabila
menggunakan tanda titik dua ( : ) harus menuliskan identitas siswa pada baris
baru, bukan di tengah-tengah kalimat. Dan apabila ingin menuliskan identitas
siswa di tengah-tengah kalimat, maka tidak perlu menggunakan tanda titik dua (
: ). Serta tidak adanya keterangan pada penulisan “keperluan”.
Surat 8 : Terdapat kesalahan dalam penulisan “Oleh karena itu saya memohonkan
ijin untuk kesembuhan anak saya.” yang tidak efektif .
Surat 9 : garis miring “/” akan lebih baik jika diganti dengan kata “atau”.
Kata “ijin” seharusnya ditulis dengan huruf z yaitu “izin” bukan ijin. Akhir kalimat
seharusnya menggunakan tanda baca titik (.) bukan koma (,).
Surat 10 : “mohon Bapak / Ibu guru berkenan
mengijinkannya” keslahan dalam penulisan kalimat tersebut seharusnya
Bapak/Ibu hanya ditulis salah satu saja, karena orang tua murid seharusnya sudah
mengetahui wali kelas anaknya apakah Bapak atau Ibu. Kalimat yang digaris
bawahi tersebut tidak efektif, akan lebih baik jika kata “berkenan” dan “nya”
tidak perlu diikutsertakan. Pada akhir kalimat penulisan setelah mengijinkannya
harus disertai tanda titik (.), huruf “j” juga perlu diganti dengan “z”.
Bagian VI : Penutup
Surat 1 : kata “memberitahukan” , huruf M yang terletak diawal kalimat seharusnya
ditulis dengan huruf kapital. Kata “tsb” tidak boleh disingkat harus ditulis
lengkap “tersebut”. “Untuk itu harap menjadikan ijin dan maklum adanya.
Terimakasih.” (terimakasih terletak diparagraf berikutnya dan dipisah
dengan kalimat yang sebelumnya). Kalimat yang digaris bawahi tidak efektif,
seharusnya diganti saja dengan “atas izin Bapak, kami mengucapkan terimakasih”.
Surat 2 : Terdapat
kesalahan pada penulisan kata “bapak” yang seharusnya “Bapak dan “Kami” yang
seharusnya “kami”. Kata “mengucapkan” juga tidak efektif karena cukup
menuliskan “ucapkan”.
Surat 3 : Penutup dalam surat ketiga terdapat kata “maklum” yang
seharusnya tidak perlu digunakan karena kurang efektif dalam penutupan surat
izin. Bagian terakhir terdapat kata “ijinnya”. Dalam penulisan yang benar yaitu
“izin”, kata “nya” ditujukan pada orang yang di mintai izin misalkan “izin Bapak”.
Surat 4 : Pada surat keempat terdapat kata “perhatiannya”. Kata “nya”
tersebut juga seharusnya dituliskan kepada siapa surat itu ditujukan seperti
“perhatian Bapak”. Saat diakhir kalimat pada surat empat tidak menggunakan
tanda titik yang harusnya disisipkan pada akhir kalimat.
Surat 5 : Terdapat
kesalahan pada penulisan kata “bapak ibu” yang seharusnya hanya ditulis salah
satu. Kesalahan lainnya adalah kata “…. Saya ucapkan. Terimakasih.” yang
seharusnya tanpa titik yaitu “… saya ucapkan terimakasih.”
Surat 6 : Di bagian penutup terdapat kesalahan penulisan yang salah
dan tidak efektif yaitu “ Dengan rasa hormat kami atas nama orang mohonkan izin
dan Terima kasih perhatian nya “ yang cukup ditulis “ Atas izin yang bapak
berikan kami ucapkan terima kasih .“.
Surat 7 : Terdapat kesalahan pada penulisan “izinnya” yang seharusnya cukup
dituliskan “izin”. Dan penulisan “dimaklumi” yang tidak efektif.
Surat 8 : Terdapat kesalahan pada penulisan kata “ijinnya” yang
seharusnya”izin”. Kesalahan lainnya adalah kata “banyak terima kasih.” yang
seharusnya cukup dituliskan “terimakasih.”
Surat 9 : penulisan “ijin” tidak boleh menggunakan huruf “J” melainkan “Z”.
Kesalahan yang lain terletak pada penulisan “Kami” huruf k seharusnya ditulis
dengan huruf kecil karena terletak ditengah kalimat dan setelah kata sembuh
seharusnya tanda yang digunakan untuk mengakhiri sebuah kalimat adalah tanda
titik bukan tanda koma. Penulisan huruf “A” yang divariasi justru salah. “Bapak
dan Ibu” seharusnya ditulis salah satu saja.
Surat 10 : : “Bapak / Ibu”
cukup ditulis salah satu saja. Kata berkenan dan mengijinkannya,
lebih baik tidak ditulis begitu pula penulisan mengijinkan diganti mengizinkan.
Bagian VII : Salam penutup
Surat 1 : salam penutup sudah benar hanya saja dibawah penulisan Hormat Saya
harusnya ditambahkan kata “orang tua”
Surat 2 :
Penulisan “Hormat kami” sudah benar karena sudah sinkron dengan salam pembuka
“Dengan hormat”.
Surat 3 : Surat ketiga salam penutup ditulis “was wr.wb.”. penggunaan salam
tersebut diperbolehkan tetapi penulisannya kurang benar, yang benar adalah
“wassalamualaikum wr.wb.”. Diakhir surat juga terdapat kata “hormat saya”,
seharusnya tidak perlu digunakan karena sudah menggunakan salam yang pertama.
Surat 4 : Disurat keempat tidak terdapat salam penutup, dalam penulisan
surat izin yang benar seharusnya menggunakan salam penutup. Jika diawal
menggunakan salam “dengan hormat,” maka diakhir surat juga harus disertakan
dengan salam “hormat saya/hormat kami” tergantung pada orang yang membuat surat
apakah menggunakan kata saya atau kami.
Surat 5 : Seharusnya menghilangkan kata “Hormat saya “ karena tidak efektif.
Surat 6 : Dalam salam penutup adanya kurangnya tanda koma yaitu “Hormat saya”
yang harusnya “Hormat kami,” .
Surat 7 : Terdapat ketidak efektifan penulisan dengan menggunakan
“Wassalamualaikum wr.wb” dan “Dengan
hormat.”, seharusnya dituliskan salah satu saja namun salam penutup harus
sinkron dengan salam pembuka.
Surat 8 : Kesalahan terdapat pada penulisan “Hormat saya” yang kurang tanda
koma pada akhir kata.
Surat 9 : setelah Hormat Kami tidak perlu ditambahkan tanda koma dan dibawahnya
harus ditambahkan kata “orang tua” agar sesuai dengan pola penulisan surat
izin.
Surat 10 : setelah Hormat Kami tidak perlu ditambahkan tanda koma dan dibawahnya
harus ditambahkan kata “orang tua” agar sesuai dengan pola penulisan surat
izin.
Bagian VIII : Tanda tangan
Surat 1 : formatnya
sudah benar hanya saja nama orang tua tidak perlu diberi tanda kurung.
Surat 2 : Pada bagian ini, kurang kata “orang tua” dibawah “hormat kami” dan
penulisan nama yang seharusnya tanpa kurung.
Surat 3 : Bagian tanda tangan dan penanggung jawab surat tidak tertulis
apakah yang membuat surat “orang tua” atau “wali siswa”. Dalam penulisan surat
izin yang benar, sebelum tanda tangan bagian atas diberi keterangan siapa
pembuat surat izin. Penulisan nama setelah tanda tangan disurat ketiga juga
diberi tanda dalam kurung “()”. Tanda tersebut seharusnya tidak digunakan pada
penulisan nama.
Surat 4 : Surat keempat juga tidak disertai siapa yang membuat
surat izin, juga dalam penulisan nama penanggung jawab menggunakan tanda dalam
kurung “()” yang harusnya tidak perlu digunakan dalam pembuatan surat izin.
Surat 5 : Terdapat kesalahan kata “orang tua.” Yang harusnya tanpa titik
“orang tua”.
Surat 6 : Dalam bagian tanda tangan terdapat kurangnya kata “ orang tua “ yang
tidak tertulis.
Surat 7 : Terdapat ketidak efektifan penulisan dengan menggunakan
“Wassalamualaikum wr.wb” dan “Dengan
hormat.”, seharusnya dituliskan salah satu saja namun salam penutup harus
sinkron dengan salam pembuka.
Surat 8 : Terdapat kesalahan kata “orang tua siswa,” Yang harusnya tanpa
tanda koma “orang tua siswa”.
Surat 9 : (
Salim ), kesalahannya terdapat ditanda kurung yang seharusnya tidak perlu
diberi tanda kurung.
Surat 10 : tanda tangan dan penanggung jawab surat sudah benar tetapi ada
kesalahan yaitu pada nama orang tua diberi tanda kurung.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Menurut hasil analisis dari kelompok kami hampir setiap bagian
surat terdapat kesalahan, terutama dalam pola penulisan surat, penulisan
singkatan yang tidak sesuai dengan EYD, penulisan huruf yang divariasi,
penggunaan tanda baca, serta penggunaan kalimat yang kurang efektif.
3.2.Saran
Sebaiknya dalam penulisan surat izin harus memperhatikan pola penulisan
surat, penulisan kata yang sesuai dengan EYD, penulisan huruf yang sesuai
aturan, penggunaan tanda baca yang benar, serta kalimat yang efektif. Berikut
adalah contoh pola penulisan surat izin yang benar
Keterangan :
1.Tempat dan
tanggal pembuatan.
2.Alamat yang
dituju.
3.Salam pembuka.
4.Pembuka.
5.Isi.
6.Penutup.
7.Salam penutup.
8.Tanda tangan
dan penanggung jawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar