Sabtu, 19 Maret 2016

Makalah Menganalisis Surat Izin

MENGANALISIS SURAT IZIN
Karya ilmiah disajikan untuk memenuhi tugas mapel bahasa Indonesia

Oleh :
Ayu Pratitis
Hanna Vieka Attaqie
Musthafa Azzam Tsabit
Utta Fianna Putri

XI IPA 2
SMA NEGERI 1 SUKOREJO

2015


DAFTAR ISI
Cover……………………...……………………………………………………i
Kata Pengantar…………………………………………………………………ii
Daftar Isi………………….……………………………………………………iii
Bab I Pendahuluan……......……………………………………………………1
1.1
Latar Belakang….......……………………………………………………1
1.2
Rumusan Masalah…..……………………………………………………2
1.3
Tujuan……………………………………………………………………2
Bab II Pembahasan……….……………………………………………………3
Bab III Penutup……….......……………………………………………………14
3.1
Kesimpulan………………………………………………………………14
3.2
Saran………………..……………………………………………………14
Lampiran ………………………………………………………………………16

 KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk yang sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam pembuatan surat izin.
Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Sukorejo, April 2015

Penyusun



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Surat izin merupakan suatu tulisan yang diberikan oleh individu ( pribadi ) kepada instansi yang berisikan permohonan izin akan sesuatu hal yang sedang dialami oleh seseorang. Surat izin banyak dijumpai di sekolah. Seorang pelajar atau siswa biasanya akan memberikan surat izin ketika dia tidak bisa berangkat sekolah dikarenakan alasan tertentu yang tidak memungkinkan siswa itu untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. Pada umumnya, surat izin yang diberikan siswa kepada pihak sekolah dibuat oleh orang tua siswa ataupun wali siswa. Dengan begitu, pihak sekolah tahu bahwa ketidakhadiran siswa disekolah disebabkan oleh alasan tertentu dengan sepengetahuan orang tua dari siswa yang bersangkutan. Namun, ada beberapa siswa yang menulis sendiri surat izin dan meminta tanda tangan orang tua sebagai penanggung jawab atas ketidakhadiran siswa tersebut di sekolah. Walaupun begitu, banyak diantara kita yang dalam pembuatan surat izin masih dibuat oleh orang tua siswa maupun wali siswa. Dengan dibuatnya surat izin oleh orang tua maupun wali siswa, maka akan mengubah persepsi atau pandangan negatif pihak sekolah tentang kemungkinan siswa membolos. Berbeda dengan surat izin yang ditulis sendiri oleh siswa, pihak sekolah berkemungkinan memiliki pandangan negatif terhadap siswa tersebut karena, mungkin saja siswa tersebut sengaja membuat surat izin dengan tulisan tangannya dan memalsukan tanda tangan orang tua. Oleh sebab itu, lebih baik jika surat izin dibuat oleh orang tua siswa ataupun wali siswa.
Banyak diantara orang tua maupun wali siswa yang dalam pembuatan surat izin masih keliru, entah keliru dengan format maupun penulisan kalimat pada surat izin. Karena surat izin ini merupakan surat yang ditujukan kepada instansi, maka penulisan surat izin ini harus sesuai dengan format yang telah ditentukan, tata penulisan yang sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), serta penulisan kalimat yang efektif dan benar serta dapat dilogika.
Dalam karya ilmiah yang akan kami buat ini, akan dibahas bagaimana format serta penulisan surat izin yang baik dan benar serta kalimat yang sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana cara membuat surat izin dengan benar?

1.3 Tujuan
Menjelaskan cara membuat surat izin yang benar.













BAB II
PEMBAHASAN
Pada bab ini akan dipaparkan hasil analisis kesalahan pada penulisan surat izin . Beberapa hal yang paling mencolok antara lain :
Berikut hasil analisis contoh surat yang di teliti.

Bagian I   : Tempat dan Tanggal Pembuatan

Surat 1      : Terdapat kesalahan pada penulisan kata “Feb”  yang seharusnya kata bulan tidak boleh disingkat. Seharusnya penulisan kata yang disingkat tersebut adalah “Februari”.
Surat 2    : Pada surat dua letak tempat dan tanggal pembuatan tidak sesuai dengan pola penulisan surat izin, yang seharusnya terletak di pojok kanan atas, tetapi penulis menuliskannnya dibagian bawah kanan akhir surat. Begitu pula dengan penulisan “Bojongrejo, 3 peb 2015.” yang benar adalah “ Bojongrejo, 3 Februari 2015” tanpa menggunakan titik diakhir kata.
Surat 3    : Penulisan tempat dan tanggal pembuatan dalam surat tiga terdapat kesalahan menggunakan tanda titik pada akhir penulisan. Tanda titik tidak diperlukan dalam penulisan tempat dan tanggal pembuatan.
Surat 4     : Pada surat empat letak tempat dan tanggal pembuatan tidak sesuai dengan pola penulisan surat izin, yang seharusnya terletak di pojok kanan atas, tetapi penulis menuliskannnya dibagian bawah kanan akhir surat. Begitu pula dengan penulisan “Bojongrejo, 16-02-2015.” yang benar adalah “ Bojongrejo, 16 Februari 2015” tanpa menggunakan titik diakhir kata.
Surat 5      : Penulisan tempat dan tanggal pembuatan surat tidak terdapat kesalahan yaitu berada di pojok kanan atas dengan mencantumkan tempat pembuatan surat dan tanggal pembuatan tanpa menggunakan singkatan ataupun tanda titik diakhir kata.
Surat 6      : Terdapat kesalahan dalam penulisan “Sukorejo 25-jan-2015.” penulisan yang benar seharusnya adalah “ Sukorejo, 25 Januari 2015 ” .
Surat 7      : Terdapat kesalahan dalam penulisan nama bulan yang tidak menggunakan huruf kapital.
Surat 8      : Terdapat kesalahan dalam penulisan nama bulan yang seharusnya “Februari” namun penulis menuliskannya “Pebruari”.
Surat 9      : letak penulisan dan tanggal pembuatan pada surat 9 tidak sesuai dengan pola penulisan surat izin, pola penulisan seharusnya di tulis di pojok kanan atas, namun dalam surat ini penulisan tempat dan tanggal pembuatan di tulis di atas tanda tangan dan penanggung jawab surat. Penulisan nama bulan Januari seharusnya tidak disingkat namun dalam surat ini penulisan nama bulan ditulis “Jan”.
Surat 10 : kesalahan yang terdapat pada ssurat ke 10 tidak ada keterangan dimana dan kapan tanggal pembuatan surat tersebut


Bagian II : Alamat yang dituju 
                                      
Surat 1 : penulisan kata “kepada” tidak perlu ditambahkan dalam hal ini, apalagi sudah tercantum kata “yth”,  karena  penulisan kata “kepada” biasanya digunakan di bagian luar amplop. Penulisan kata “Bapak” harus ditulis lengkap dengan huruf pertama kapital, namun dalam surat ini penulisannya disingkat menjadi “Bp”, dalam Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) aturan penulisan Bapak harus lengkap tidak boleh disingkat. Menurut aturan yang berlaku sekarang kelas 2 SMA sudah berubah menjadi kelas XI, dalam hal ini penulisan kelas 2 masih salah dan penulisan nama sekolah masih kurang lengkap “SMAN Sukorejo” harusnya “SMAN 1 Sukorejo”.
Surat 2 : Kata “Kepada” seharusnya dihilangkan. Kesalahan selanjutnya yaitu tidak adanya tempat/alamat sekolah yang dituju yang seharusnya dituliskan “XI IPS 2 SMAN 1 Sukorejo”. Di surat ini juga terdapat penulisan kata “ditempat” yang digabung, seharusnya dipisah “di tempat”.
Surat 3 : Dalam surat ketiga mengguakan kata “kepada” . Kata tersebut seharusnya tidak perlu digunakan dalam penulisan alamat surat. Terdapat juga penulisan “Bp” menggunakan kata singkatan, yang benar penulisannya tidak disingkat yaitu “Bapak”. Penulisan nama sekolah ditulis “ SMA 1 Sukorejo”, dalam penuisan nama sekolah yang benar yaitu “SMA N 1 SUKOREJO” .
Surat 4 : Surat keempat juga menggunakan kata “kepada” karena sudah menggunakan kata “Yth”. Terdapat juga penulisan “Bapak/Ibu” seharusnya dituliskan salah satu “Bapak” atau “Ibu”. Serta tidak ada nama sekolah yang dituju.
Surat 5 : terdapat penulisan kata “ditempat” yang digabung, seharusnya dipisah “di tempat”. Dan kurangnya alamat yang seharusnya ditulis lengkap “XI IPS 2 SMAN 1 Sukorejo”.
Surat 6 : Dalam bagian alamat yang dituju terdapat kesalahan penulisan “ Yth : Bp / Ibu Wali kls XI IPS 2 . SMA I Sukorejo “ yang harusnya ditulis “ Yth. Bapak Wali Kelas XI IPS 2 SMAN 1 Sukorejo “. Kesalahan lain adalah kurangnya kata “ di tempat “.
Surat 7 : Terdapat kesalahan dalam penulisan “Yth.” dengan menggunakan titik, yang benar adalah “Yth” tanpa titik. Begitu pula dengan penulisan “Kepada” yang tidak efektif karena sudah ada kata “Yth”. Kesalahan lain terdapat pada penulisan “Bapak/Ibu” yang tidak efektif pula, karena seharusnya orang tua sudah mengetahui siapa wali kelas dari kelas tersebut, apakah laki-laki ataupun perempuan. Serta kurangnya alamat yang tidak menunjukkan keberadaan kelas XI IPS 2.
Surat 8 : terdapat ketidak efektifan kata “Kepada” dan “Yth” yang seharusnya ditulis salah satu saja. Serta penulisan alamat “XI IPA-1” yang seharusnya “XI IPA 1” tanpa strip.


Surat 9 : kesalahan dalam surat ini adalah kata “kepada” yang seharusnya tidak perlu ditambahkan lagi dalam penulisan alamat yang dituju. Penulisan  “Bapak Ibu guru” masih kurang tepat, seharusnya orang tua / wali sudah mengetahui Wali Kelas anaknya masing-masing karena mereka sebelumnya pernah mengetahui saat mengambil rapot, kecuali kalu belum pernah sma sekali masih bisa di toleransi, sehingga jika dalam penulisan surat ijin masih tertera “Bapak Ibu guru” itu jelas salah, kalau Bapak ya Bapak saja dan kalau Ibu ya Ibu saja. Alamat yang ditujupun masih kurang jelas ditujukan kepada siapa, “Bapak Ibu guru” dalam hal ini arti Bapak Ibu guru itu luas, di Sekolah tentunya terdapat banyak guru. Kata “di tempat” seharusnya masih bisa ditambah lagi seperti “ SMAN 1 Sukorejo di tempat”.
Surat 10 : kesalahan yang terdapat pada surat ke 10 sama persis dengan kesalahan pada surat ke 9. Seharusnya lain kali para orang tua jika menulis surat izin harus lebih teliti lagi dan menggunakan pola penulisan yang benar.


Bagian III : Salam pembuka

Surat 1 : penulisan kalimat pembuka “Dengan Hormat,” sudah benar.
Surat 2 : penulisan kalimat pembuka “Dengan Hormat,” sudah benar.
Surat 3 : Salam pembuka dalam surat ketiga menggunakan “Ass wr.wb.”, penulisan salam tersebut diperbolehkan tetapi penulisannya kurang benar. Seharusnya ditulis “Assalamualaikum wr.wb.”.
Surat 4 : Penulisan surat keempat, salam pembuka dituliskan “ Hormat saya”. Untuk salam pembuka seharusnya tidak ditulis seperti tersebut tetapi “Dengan hormat,” dan disertai tanda koma.
Surat 5 : penulisan kalimat pembuka “Assalamu’alaikum wr.wb.” sudah benar.
Surat 6 : Di bagian salam pembuka terdapat kesalahan kalimat “ Dengan Hormat. “ yang seharusnya “Dengan hormat, “ menggunakan koma.
Surat 7 : Terdapat ketidak efektifan penulisan karena kata “Assalamualaikum wr.wb” serta “Dengan hormat”, seharusnya ditulis salah satu saja.
Surat 8 : penulisan kalimat pembuka “Dengan Hormat,” sudah benar.
Surat 9 : tidak ada kesalahan dalam penulisan kalimat salam pembuka.
Surat 10 : kesalahan dalam surat ke 10 penulisan salam pembuka tidak ada.

Bagian IV : Pembuka
Surat 1 : pola penulisan dan kalimat yang digunakan sudah benar hanya saja “ saya selaku orang tua murid dari siswa”, setelah kata siswa masih bisa ditambahkan tanda “:”
Surat 2 : Terdapat kesalahan penulisan kata “Dengan” diawal kalimat yang seharusnya tidak diperbolehkan. Kesalahan selanjutnya adalah penulisan kata “Orang tua” dengan awalan capital, seharusnya “orang tua” demgam huruf kecil.
Surat 3 : Awalan pembuka dalam surat ketiga menggunakan kata “dengan” diawal kalimat dan “bahwasannya” menurut penulisan surat yang benar, kata tersebut tidak perlu digunakan karena tidak efktif.
Surat 4 : Pada surat keempat juga terdapat kata “dengan” yang seharusnya tidak perlu digunakan pada awal kalimat. Terdapat juga kata “kami” yang seharusnya menyesuaikan dengan siapa yang membuat surat. Jika awalan menggunakan kata “kami” , maka kata penutup juga menggunakan kata “kami”.
Surat 5 : Terdapat kesalahan kata “yang bertanda tangan dibawah ini” harus diganti kata-kata yang benar.
Surat 6      : Pada bagian pembuka terdapat kesalahan kata “ yang bertanda tangan di bawah ini ...” yang harus diganti dengan kata - kata yang benar. Kesalahan selanjutnya yaitu penulisan nama orang tua “ Nama : Sri Sunarti “ yang tidak efektif.
Surat 7      : Terdapat kesalahan kata “yang bertanda tangan dibawah ini” harus diganti kata-kata yang benar.
Surat 8      : Terdapat ketidak efektifan kata “dengan ini” karena pada salam pembuka telah di tuliskan “Dengan hormat,”.
Surat 9      :kesalahannya adalah kata “dengan” yang diletakkan diawal kalimat pembuka, serta tanda “:” tidak perlu digunakan setelah kalimat pembuka yang langsung disertai nama siswa.
Surat 10 : dalam kalimat pembuka kata “ dengan datangnya surat ini” bisa diganti dengan “bersama surat ini”. Kalau kalimatnya seperti itu seolah-olah surat tersebut dapat berjalan sendiri jadi kata “dengan datangnya” tidak boleh dipakai dalam penulisan kalimat pembuka.


Bagian V : Isi

Surat 1 : penulisan nama siswa sudah benar hanya saja penulisan huruf “N” kapital dalam surat tersebut ditulis terbalik. FEBRIANO ERIC. E (salah) seharusnya tanda titik diletakkan setelah huruf E. Aturan yang dipakai dalam penulisan kelas 2 SMA sudah berubah menjadi kelas XI SMA, kesalahan dalam surat 1 ini terdapat pada penulisan angka 2 yang seharusnya XI. “memberitahukan” semua kalimat jika penulisannya awal atau setelah tanda titik seharusnya huruf pertama ditulis dengan huruf kapital, kesalahan surat 9 ini huruf “m” seharusnya ditulis dengan huruf kapital. Kata “tsb” juga seharusnya tidak boleh disingkat harus ditulis lengkap. Ada hal yang perlu ditambahkan lagi dalam menulis isi surat ijin, akan lebih baiik kalau keterangan kapan (hari, tanggal)  anak tersebut tidak masuk juga disertakan.
Surat 2 : Terdapat kesalahan penulisan tanggal yaitu “selasa, 3 pebruari  2015” yang seharusnya “Selasa, 3 Februari 2015”. Kesalahan lainnya adalah penggunaan kata atau dengan”/” dan kesalahan tanda koma yang seharusnya titik. Penulisan kata “ijin” juga salah,karena yang benar menurut EYD adalah “izin”.
Surat 3 : Pada surat ketiga,penulisan isi digabung dengan kalimat pembuka. Seharusnya bagian isi ditulis didalam garis baru.
Surat 4 : Pada surat keempat dibagian isi juga tergabung dalam kalimat pembuka yang seharusnya ditulis digaris baru. Penulisan nama “Desy Ana. W”, dalam menyingkat nama tanda titik ditulis setelah huruf yang akan disingkat seperti “Desy Ana W.”.
Surat 5 : Penulisan isi sudah benar.
Surat 6 : Di bagian isi terdapat kesalahan penulisan “kls” yang harusnya kelas”, kalimat “memohonkan ijin “ yang salah dan kurang efektif yang harusnya “ mohon izin “, penulisan “sabtu 25-Jan 2014 “ yang harusnya “ Sabtu,25 Januari 2015”, kata “tsb” yang harusnya “ tersebut”, dan kata “ dikarenakan “ yang cukup ditulis “karena”.
Surat 7 : Terdapat kesalahan dalam penulisan identitas siswa yang menggunakan tanda titik dua ( : ) di tengah-tengah kalimat. Yang seharusnya apabila menggunakan tanda titik dua ( : ) harus menuliskan identitas siswa pada baris baru, bukan di tengah-tengah kalimat. Dan apabila ingin menuliskan identitas siswa di tengah-tengah kalimat, maka tidak perlu menggunakan tanda titik dua ( : ). Serta tidak adanya keterangan pada penulisan “keperluan”.
Surat 8 : Terdapat kesalahan dalam penulisan “Oleh karena itu saya memohonkan ijin untuk kesembuhan anak saya.” yang tidak efektif .
Surat 9 : garis miring “/” akan lebih baik jika diganti dengan kata “atau”. Kata “ijin” seharusnya ditulis dengan huruf z yaitu “izin” bukan ijin. Akhir kalimat seharusnya menggunakan tanda baca titik (.) bukan koma (,).
Surat 10 : “mohon Bapak / Ibu guru berkenan mengijinkannya” keslahan dalam penulisan kalimat tersebut seharusnya Bapak/Ibu hanya ditulis salah satu saja, karena orang tua murid seharusnya sudah mengetahui wali kelas anaknya apakah Bapak atau Ibu. Kalimat yang digaris bawahi tersebut tidak efektif, akan lebih baik jika kata “berkenan” dan “nya” tidak perlu diikutsertakan. Pada akhir kalimat penulisan setelah mengijinkannya harus disertai tanda titik (.), huruf “j” juga perlu diganti dengan “z”.


Bagian VI : Penutup

Surat 1 : kata “memberitahukan” , huruf M yang terletak diawal kalimat seharusnya ditulis dengan huruf kapital. Kata “tsb” tidak boleh disingkat harus ditulis lengkap “tersebut”. “Untuk itu harap menjadikan ijin dan maklum adanya. Terimakasih.” (terimakasih terletak diparagraf berikutnya dan dipisah dengan kalimat yang sebelumnya). Kalimat yang digaris bawahi tidak efektif, seharusnya diganti saja dengan “atas izin Bapak, kami mengucapkan terimakasih”.
Surat 2 : Terdapat kesalahan pada penulisan kata “bapak” yang seharusnya “Bapak dan “Kami” yang seharusnya “kami”. Kata “mengucapkan” juga tidak efektif karena cukup menuliskan “ucapkan”.
Surat 3 : Penutup dalam surat ketiga terdapat kata “maklum” yang seharusnya tidak perlu digunakan karena kurang efektif dalam penutupan surat izin. Bagian terakhir terdapat kata “ijinnya”. Dalam penulisan yang benar yaitu “izin”, kata “nya” ditujukan pada orang yang di mintai izin misalkan “izin Bapak”.
Surat 4 : Pada surat keempat terdapat kata “perhatiannya”. Kata “nya” tersebut juga seharusnya dituliskan kepada siapa surat itu ditujukan seperti “perhatian Bapak”. Saat diakhir kalimat pada surat empat tidak menggunakan tanda titik yang harusnya disisipkan pada akhir kalimat.
Surat 5 : Terdapat kesalahan pada penulisan kata “bapak ibu” yang seharusnya hanya ditulis salah satu. Kesalahan lainnya adalah kata “…. Saya ucapkan. Terimakasih.” yang seharusnya tanpa titik yaitu “… saya ucapkan terimakasih.”
Surat 6 : Di bagian penutup terdapat kesalahan penulisan yang salah dan tidak efektif yaitu “ Dengan rasa hormat kami atas nama orang mohonkan izin dan Terima kasih perhatian nya “ yang cukup ditulis “ Atas izin yang bapak berikan kami ucapkan terima kasih .“.
Surat 7 : Terdapat kesalahan pada penulisan “izinnya” yang seharusnya cukup dituliskan “izin”. Dan penulisan “dimaklumi” yang tidak efektif.
Surat 8 : Terdapat kesalahan pada penulisan kata “ijinnya” yang seharusnya”izin”. Kesalahan lainnya adalah kata “banyak terima kasih.” yang seharusnya cukup dituliskan “terimakasih.”
Surat 9 : penulisan “ijin” tidak boleh menggunakan huruf “J” melainkan “Z”. Kesalahan yang lain terletak pada penulisan “Kami” huruf k seharusnya ditulis dengan huruf kecil karena terletak ditengah kalimat dan setelah kata sembuh seharusnya tanda yang digunakan untuk mengakhiri sebuah kalimat adalah tanda titik bukan tanda koma. Penulisan huruf “A” yang divariasi justru salah. “Bapak dan Ibu” seharusnya ditulis salah satu saja.
Surat 10 : : “Bapak / Ibu” cukup ditulis salah satu saja. Kata berkenan dan mengijinkannya, lebih baik tidak ditulis begitu pula penulisan mengijinkan diganti mengizinkan.


Bagian VII : Salam penutup

Surat 1 : salam penutup sudah benar hanya saja dibawah penulisan Hormat Saya harusnya ditambahkan kata “orang tua”
Surat 2 : Penulisan “Hormat kami” sudah benar karena sudah sinkron dengan salam pembuka “Dengan hormat”.
Surat 3 : Surat ketiga salam penutup ditulis “was wr.wb.”. penggunaan salam tersebut diperbolehkan tetapi penulisannya kurang benar, yang benar adalah “wassalamualaikum wr.wb.”. Diakhir surat juga terdapat kata “hormat saya”, seharusnya tidak perlu digunakan karena sudah menggunakan salam yang pertama.
Surat 4 : Disurat keempat tidak terdapat salam penutup, dalam penulisan surat izin yang benar seharusnya menggunakan salam penutup. Jika diawal menggunakan salam “dengan hormat,” maka diakhir surat juga harus disertakan dengan salam “hormat saya/hormat kami” tergantung pada orang yang membuat surat apakah menggunakan kata saya atau kami.
Surat 5 : Seharusnya menghilangkan kata “Hormat saya “ karena tidak efektif.
Surat 6 : Dalam salam penutup adanya kurangnya tanda koma yaitu “Hormat saya” yang harusnya “Hormat kami,” .
Surat 7 : Terdapat ketidak efektifan penulisan dengan menggunakan “Wassalamualaikum wr.wb”  dan “Dengan hormat.”, seharusnya dituliskan salah satu saja namun salam penutup harus sinkron dengan salam pembuka.
Surat 8 : Kesalahan terdapat pada penulisan “Hormat saya” yang kurang tanda koma pada akhir kata.
Surat 9 : setelah Hormat Kami tidak perlu ditambahkan tanda koma dan dibawahnya harus ditambahkan kata “orang tua” agar sesuai dengan pola penulisan surat izin.

Surat 10 : setelah Hormat Kami tidak perlu ditambahkan tanda koma dan dibawahnya harus ditambahkan kata “orang tua” agar sesuai dengan pola penulisan surat izin.


Bagian VIII : Tanda tangan

Surat 1 : formatnya sudah benar hanya saja nama orang tua tidak perlu diberi tanda kurung.
Surat 2 : Pada bagian ini, kurang kata “orang tua” dibawah “hormat kami” dan penulisan nama yang seharusnya tanpa kurung.
Surat 3 : Bagian tanda tangan dan penanggung jawab surat tidak tertulis apakah yang membuat surat “orang tua” atau “wali siswa”. Dalam penulisan surat izin yang benar, sebelum tanda tangan bagian atas diberi keterangan siapa pembuat surat izin. Penulisan nama setelah tanda tangan disurat ketiga juga diberi tanda dalam kurung “()”. Tanda tersebut seharusnya tidak digunakan pada penulisan nama.
Surat 4 : Surat keempat juga tidak disertai siapa yang membuat surat izin, juga dalam penulisan nama penanggung jawab menggunakan tanda dalam kurung “()” yang harusnya tidak perlu digunakan dalam pembuatan surat izin.
Surat 5 : Terdapat kesalahan kata “orang tua.” Yang harusnya tanpa titik “orang tua”.
Surat 6 : Dalam bagian tanda tangan terdapat kurangnya kata “ orang tua “ yang tidak tertulis.
Surat 7 : Terdapat ketidak efektifan penulisan dengan menggunakan “Wassalamualaikum wr.wb”  dan “Dengan hormat.”, seharusnya dituliskan salah satu saja namun salam penutup harus sinkron dengan salam pembuka.
Surat 8 : Terdapat kesalahan kata “orang tua siswa,” Yang harusnya tanpa tanda koma “orang tua siswa”.
Surat 9 : ( Salim ), kesalahannya terdapat ditanda kurung yang seharusnya tidak perlu diberi tanda kurung.
Surat 10 : tanda tangan dan penanggung jawab surat sudah benar tetapi ada kesalahan yaitu pada nama orang tua diberi tanda kurung.








BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Menurut hasil analisis dari kelompok kami hampir setiap bagian surat terdapat kesalahan, terutama dalam pola penulisan surat, penulisan singkatan yang tidak sesuai dengan EYD, penulisan huruf yang divariasi, penggunaan tanda baca, serta penggunaan kalimat yang kurang efektif.
3.2.Saran
Sebaiknya dalam penulisan surat izin harus memperhatikan pola penulisan surat, penulisan kata yang sesuai dengan EYD, penulisan huruf yang sesuai aturan, penggunaan tanda baca yang benar, serta kalimat yang efektif. Berikut adalah contoh pola penulisan surat izin yang benar
(1.)           
(2.)
(3.)
         (4.)
                                                                                                                                               
(5.)
 

         (6.)
(7.)                                              
                                                                                                                        (8.)

Keterangan :
1.Tempat dan tanggal pembuatan.
2.Alamat yang dituju.
3.Salam pembuka.
4.Pembuka.
5.Isi.
6.Penutup.
7.Salam penutup.
8.Tanda tangan dan penanggung jawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar